![]() |
Pembersihan Ranting Pohon Pelindung di Sp. 4 |
Pasaman Barat – prorakyatnews.id ----- Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar) terus melakukan pembersihan terhadap ranting-ranting pohon yang dirasa sudah terlalu tinggi dan membahayakan masyarakat. Hal ini sebagai salah satu antisipasi terhadap intensitas cuaca tidak menentu dan hujan yang makin tinggi dalam beberapa waktu terakhir.
Kabid
Kebersihan DLH Farida Aini. SE. MM
mengatakan, pembersihan ranting pohon ini sekaligus sebagai tindak lanjut dari
analisis cuaca tidak menentu. Terlebih
melihat pergantian cuaca yang makin ekstrem akhir-akhir ini.
"Ini
sebagai salah satu langkah antisipatif kita, dengan memangkas ranting
pohon-pohon besar, terutama yang ada di pinggir jalan," kata Farida Aini saat dikonfirmasi awak media,
Minggu (15/05/2022).
Farida
menyebutkan bahwa kendala yang sedang dihadapi saat ini adalah terbatasnya
jumlah peralatan. Jumlah peralatan yang dimiliki DLH Pasbar saat ini dinilai tidak cukup ideal untuk
melakukan operasi pemangkasan tersebut di seluruh wilayah Pasaman Barat
Menyiasati
hal itu, pihaknya membuat mekanisme kerja dengan pemberlakuan tim. Setiap tim
itu terdiri atas satu unit Skylift atau mobil pemotong dahan disandingkan
dengan dua unit dump truck.
"Harapannya,
tim ini dapat bekerja lebih efektif dengan melakukan pemotongan sekaligus
pembersihan usai pemangkasan tersebut," ucapnya.
Kendati
sudah dibuat mekanisme kerja dengan pembagian tim tersebut, tetapi nyatanya
tetap ada kekurangan saat operasional berlangsung. Pasalnya, saat ini pihaknya
hanya memiliki dua tim yang bergerak melakukan pembersihan tersebut.
Oleh
sebab itu lanjutnya, pemangkasan akan
difokuskan kepada pohon-pohon yang dinilai berisiko lebih tinggi. Selain itu,
letak pohon yang berada di tepi jalan dengan lalu lintas yang padat juga
menjadi sasaran utama.
"Pohon-pohon
yang berakar serabut, contohnya pohon Pelindung Mauni, bakal lebih
diperhatikan," sebutnya.
Disampaikan
Farida, masyarakat yang sudah menginginkan adanya pemangkasan di wilayahnya
diminta untuk bersabar. Akibat keterbatasan tim dan peralatan tadi. Maka
menurutnya, jika memang dianggap pohon
tersebut belum membahayakan, bakal ditunda terlebih dahulu penanganannya. ***# Rajo
alam
Tidak ada komentar:
Write comment